Ahad, 20 Disember 2009

PEREMPUAN....

Jangan kau huraikan harum rambut mayangmu
kepada lelaki bukan suamimu
kerana itu adalah rangsangan
yang amat pantas
menyentuh nurani adam

Maka tutpkanlah ia kembali
agar dengan itu
engkau sebenarnya akan lebih kelihatan
manis, sopan dan mulia

Kadang-kadang
di waktu akhir zaman ini
kau perempuan
sering dianugerahkan kecantikan
untuk menjadi siti yang soleh
atau sekaligus dengan keayuan itu pula
ia bakal menghancurkan diri mu sendiri

Moga- moga kau perempuan
tidak akan menjadi kelekatu
yang acap kali kecundang
atau patah serta terbakar sayapnya
dek memburu cahaya api

Lantaran sabda Rasul tercinta:
" Sesungguhnya
aku sudah sampai ke neraka
lalu aku dapati kebanyakan mereka
yang sedang berbaris
untuk masuk ke dalamnya
adalah terdiri daripada
orang- orang yang kaya
dan mewah hidupnya
sewaktu di dunia dahulu
dan....
paling ramai isi neraka itu ialah
kaum perempuan".

Sumber: Zahari Hasib Majalah SOLUSI isu no.10.

Ahad, 22 November 2009

PeNtInGnYA kAsIh SaYanG..

Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).

AJARAN Islam tentang kasih sayang telah lama di diseru dengan sempurna dan indah. Namun, kebanyakan dari manusia tidak menyadari apa erti sesungguhnya dari kasih sayang itu sendiri, sehingga dapat terhenti dan menyimpang dari aturan-aturan yang telah di firmankan oleh Allah SWT dan sabda-sabda Rasul-Nya. Sebagaimana syair yang mengatakan, “mawaddatuhu taduumu likulli haulin, wa hal kullun mawaddatuhu taduumu”, kasih sayangnya (manusia) selalu kekal untuk segala hal yang menakutkan, dan apakah setiap orang itu kasih sayangnya selalu kekal. (Jawaahirul Balaaghah:407). Hal ini kerana tidak diniatkan semata keranna Allah yang tidak dijadikan sebagai ladang amal bahkan hanya untuk memperoleh keuntungan dan kesenangan duniawi saja.Makna kasih sayang tidaklah berujung, sedangkan rasa kasih sayang adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan terhadap sesama sepanjang kehidupan di dunia ini ada, tentunya dalam koridor-koridor Islam. Ini bererti bahwa Islam tidak mengenal waktu, jarak, dan tempat akan sebuah kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya sendiri.

Rasulullah saw. bersabda, “Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah” Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Turmudzi). Dalam hadis tersebut kasih sayang seorang Muslim tidaklah terhadap saudara se-Muslim saja, tapi untuk semua umat manusia. Rasulullah saw. bersabda, “Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi.” Wahai Rasulullah, “Semua kami pengasih,” jawab mereka. Berkata Rasulullah, “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia).” (H.R. Ath-Thabrani). Bahkan, bukan hanya kepada manusia saja ajaran Islam yang tinggi ini telah mengajarkan bagaimana kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan yang harus direalisasikan. Abu Bakar Shiddiq r.a. pernah berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid, “Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak-anak kecil. Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah. Jika kalian menjumpai orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian ganggu.” Sebuah nasihat ini walau dalam keadaan untuk perang, ajaran Islam tetap memancarkan kasih sayangnya terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan. Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir, saat itu datanglah seekor burung merpati di atas kemahnya.

Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya. Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).

Jelaslah bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia. Maka memang pantas bahwa Islam dikatakan sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin. Sifat kasih sayang adalah termasuk akhlak yang mulia yang dicintai Allah. Sebaliknya Allah sangat membenci akhlak yang rendah. Di antaranya kepada orang-orang yang tidak memiliki rasa belas kasih sayang. Ditegaskan hadis Rasulullah saw., Laa tunza’ur rahmatu illaa min syaqiyyin. Rasa kasih sayang tidaklah dicabut melainkan hanya dari orang-orang yang celaka.
(H.R. Ibn. Hibban).

Yang dimaksud dengan orang celaka adalah orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang di dalam hatinya baik untuk dirinya maupun orang lain. Di sinilah perlunya kita bermuhasabah, bertafakur, apakah diri ini sudah benar menjalani hidup. Bagaimana kita mengasihi dan menyayangi ciptaan Allah sebagai akhlak yang mulia. “Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemurah, Dia mencintai sifat pemurah, dan Dia mencintai akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah.” (H.R. Na’im melalui Ibnu Abbas r.a.).

Cinta kepada Allah

Di antara manusia banyak yang cinta dan mencintai Allah, tapi lebih banyak yang mencintai dunia. Mencintai Allah adalah fardu bagi kaum Muslimin dan Muslimat yang bukan sekadar dikata saja. Dan jika kita benar-benar mencintai Allah secara kesungguhan hati, maka proses “rasa kasih sayang” untuk makhluk ciptaan-Nya akan terbentuk dalam hati kita. Selain itu, jati diri kita sebagai seorang Muslim akan tampak lebih kokoh serta mampu menjalani syariat-syariat Islam yang diridai dan di berkahi oleh Allah SWT. Cinta kepada Allah adalah hal yang utama, sebagai jalan untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat dengan melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya. Cinta kepada Allah hendaklah melebihi cinta kepada segala yang maujud yang selain Allah. Mencintai Allah berarti juga mencintai Rasul-Nya, yakni mengikuti segala petunjuk Rasul dengan sepenuh-penuhnya. Firman Allah SWT, “Katakanlah (hai Muhammad), ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Ali Imran [3]:31). Ketahuilah, kehidupan akhirat adalah kehidupan yang lebih baik dan kekal. Wallahu a’lam bishshawab.***


(Penulis Marsudi Fitro Wibowo, seorang editor, designer, dan layouter pada sebuah penerbitan di Bandung Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com, Jumat, 11 Februari 2005

jalan itu masih panjang dan penuh mehnah ujian..


WAHAI PEMUDA ISLAM BERSATULAH
DUNIA ISLAM MENANTI LANGKAH SUCIMU
RAPAT BARISAN SEJATI
JADIKAN DIRI PEMUDA RABBANI

ALLAH GHAYATUNA
AR-RASUL QUDWATUNA
AL-QUR'AN DUSTURUNA
AL-JIHAD SABILUNA

ALLAH TUJUAN KU
RASULULLAH TAULADANKU
AL-QUR'AN PETUNJUKKU
JIHAD JALANKU
MATI DIJALAN ALLAH CITA-CITA TERTINNGI




Alangkah ruginya hidup ini jika kesempatan yang masih diberikan tidak disalurkan ke arah jalan yang diredhai Allah dan dapatmemberi manfaat kepada orang lain kerana kita akan ditanya oleh Tuan pemilik dunia ini apabila tiba masanya nanti akan apakah yang telah kita lakukan untuk Islam terutamanya.Sesungguhnya Allah tidak menilai kepada hasil yang telah kita perolehi tetapi kepada usaha2 kita yang telah kita lakukan. Ingatlah bahawa jika hari ini usaha yangkita lakukan masih belum berhasil tetapi jangn kita pernah putus asa kerna apabila kita mati pada saat ia belum bejaya namun pahala atas usaha yang istiqamah itu pasti ada. Renung kembali kepada sejarah Nabi Nuh A.S yang mana berdakwah selama 900 tahun tetapi Allahtelahmentakdirkan kepadanya hanya 70 orang saja yang menerima seruannya. Juga renung kembali perjuangan2 para2 Nabi dan Sahabat terdahulu.

Sesungguhnya tak layak bagi aku untuk berbicara tentang perjuangan kerana aku masih terlalu lemah namun aku ingin menjadi kekasih-Nya seperti insan2 lain yang hebat dalam perjuangan kerana aku tidak tahu bilakah sampainya masa aku diambil nyawa dan kerana aku sedar setiap usaha di jalan Allah pasti akan mendapat balasan baikdan semoga kita semua beramal kerana Allah dalam menyeru kearah amar ma'ru wa nahi munkar.

Khamis, 19 November 2009

Soalan Untuk Orang Islam

Sewaktu Nabi Muhammad saw wafat, telah disempurnakan agamamu (Islam). Semua persoalan akan ada jawapannya, hanya ilmu di dada penentu jawapan apa yang perlu diberi.

1) Nama Nabi Isa as disebut 25 kali dalam Al-Quran, tetapi berapa kali nama Nabi Muhammad saw disebut dalam Al-Quran? Nama Nabi Muhammad saw hanya disebut 5 kali sahaja di dalam Al-Quran. Manakala nama Nabi Isa as disebut 25 kali. Mengapa?
Kerana Al-Quran diwahyukan pada Nabi Muhammad saw, sebab itu nama Nabi Muhammad saw jarang disebut. Al-Quran diturunkan bukan semata-mata untuk memapaparkan kisah Nabi Muhammad saw tapi adalah sebagai panduan perjalanan hidup umat Islam.

2) Nama Nabi Isa disebut lagi banyak dari nama Nabi Muhammad saw dalam Al-Quran, tentu sahaja Nabi Isa lebih hebatkan? Soalan sebaliknya, dalam Bible, nama syaitan lebih banyak dari nama Nabi Isa, jadi siapa lagi hebat? Syaitan atau Nabi Isa?
Sebenarnya Allah tidak bezakan tentang kehebatan nabi dan rasulNya. Walaubagaimanapun, Allah Maha mengetahuinya.

3) Dalam Islam percaya yang Nabi Isa as diangkat ke langit, sedangkan Nabi Muhammad saw wafat. Jadi, bila Nabi Isa as dibawa ke langit, tentu sahaja nabi Isa itu Tuhan kan?
Dalam banyak-banyak kaum, hanya kaum Nasrani sahaja yang telah salah anggap tentang nabi yang diutuskan kepadanya sebagai Tuhan (Nabi Isa). Sedangkan, dalam Bible juga yang ade menyatakan bahawa Jesus (Nabi Isa) berkata "siapa yang taat pada Allah akan masuk Syurga, siapa yang menganggap Jesus sebagai tuhan akan masuk neraka.

4) Dalam Islam, Nabi Muhammad saw adalah Nabi terakhir. Tapi, di akhir zaman nanti Nabi Isa as akan turun. Kenapa tidak dikatakan Nabi Isa as yang terakhir?
Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir berdasarkan tahun kelahirannya. Perumpamaan : Jika anak bongsu meninggal dunia, sedangkan anak sulong masih hidup, hakikat yang tidak akan berubah ialah anak sulong tetap sulong.

5) Nabi Isa as disembah sebagai anak Tuhan kerana dianggap mulia sebab lahir tanpa bapa. Kita jawab seperti ini, antara ibu dan anak, mana yang lagi mulia? Tentu ibu kan? Jadi, kenapa orang Kristian tidak sembah Mariam je? Kan Mariam ibu, tentu lagi mulia. Nabi Adam juga lahir tanpa bapa, malah tanpa ibu juga merupakan manusia pertama, kenapa tidak disembah Adam sahaja?
Jawapan lengkap ada dalam Surah Imran, ayat 59.

6) Jika baca tafsir, Allah berfirman sekejap guna 'Aku', sekejap guna 'Kami' Kenapa?
'Kami' kan lambang 'Tuhan + Mariam + Anak Tuhan (Isa)' ? Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab, 'aku' kata jamaknya 'kami' yang menggambarkan tentang 'Allah dan keagunganNya' . Tengok sahaja Queen Elizebeth ketika bertitah, beliau guna 'We' bukan 'I'.

7) Orang Sikh Punjabi bertanya, kenapa Islam perlu potong rambut? Bukankah rambut itu anugerah tuhan yang perlu disimpan?
Kita jawab dengan soalan ini, kuku juga anugerah tuhan, kenapa orang Sikh Punjabi potong kuku?

8) Sami Budha vegetarian bertanya, kenapa Islam suruh bunuh binatang untuk dimakan? Kan zalim kerana bunuh hidupan bernyawa?
Sains telah buktikan, sayur dan pokok turut ade nyawa. Malah, apabila kita basuh tangan pun, ade banyak nyawa kuman yang kita bunuh. Itu tidak kejam? Bila kita bunuh (sembelih sebenarnya) 1 ekor lembu, sebenarnya kita telah selamatkan bayak nyawa manusia.

9) Sami Budha menjawab " Bunuh sayur dosa kecil sebab sayur kurang deria, bunuh binatang dosa besar"
Kita jawab seperti ini, habis tu, kita Cuma berdosa kecil je la jika bunuh orang yang pekak, buta, bisu hanya kerana dia tidak ade deria?

10) Sami Budha menjawab lagi "Jika kita bunuh sayur, sayur akan tumbuh balik"
Kita jawab lagi "habis tu, awak makan lah ekor cicak kerana ekor cicak akan tumbuh semula selepas putus"


11) Sami Budha berkata lagi "makan binatang akan dapat banyak penyakit"
Kita jawab "Penyakit datang kerana kita makan banyak. Bukan kerana makan binatang. Allah suruh makan secara sederhana. Lagipun, Allah dah beri gigi taring dan gigi kacip untuk manusia makan binatang dan sayuran.. Alah, tembakau dan dadah pun dari tumbuhan juga kan? Lagi besar penyakitnya kan? Lembu yang ragut rumput hari-hari pun boleh jadi lembu gila. Sebenarnya, tak kesah pun kalau kita tak nak makan daging, tapi jangan lah cakap haram apa yang telah Allah halalkan untuk kita.

12) Kan babi itu ciptaan Allah, kenapa Islam tak makan babi?
Sebab bukan semua ciptaan Allah adalah untuk dimakan.

13) Islam cakap Hindu sembah berhala tetapi Islam hari-hari sembah Kaabah.
Islam bukan sembah Kaabah, tapi Kaabah itu adalah Kiblat untuk satukan umat. Dalam Islam dah sebut, siapa sembah Kaabah akan masuk neraka kerana Islam Sembah Allah, kaabah Cuma kiblat. Perlu tahu bezakan. Bukti, orang yang sembah berhala tidak akan pijak berhala, tapi orang Islam pijak Kaabah untuk melaungkan azan. Orang Hindu tak akan pijak gambar berhala tapi orang Islam hari-hari pijak gambar Kaabah (sejadah). Jika ada gambar Kaabah diletak di KLCC, orang Islam tetap solat menghadap Kaabah di Mekah kerana itu kiblat kita untuk sembah Allah... Bukan sembah Kaabah!

14) Kenapa perlu ikut nabi Muhammad saw kerana nabi dan rasul sebelum baginda kan betul-betul juga?
Nabi sebelum Nabi Muhammad saw diutus untuk kaum dan zaman tertentu sahaja. Sedangkan Nabi Muhammad saw diutus untuk semua kaum dan sepanjang zaman. Soalan-soalan yang nyatakan di atas, sebenarnya memang benar-benar ditanya oleh orang bukan Islam secara spontan pada orang Islam. Mereka bertanya bukan kerana hendak tahu, tapi kerana hendak membuatkan orang Islam yang ilmu hanya ala kadar berasa was-was dengan Islam dan akhirnya orang Islam akan berasa was-was dengan agama yang dianutinya.
Jadi jawapan yang disampaikan pun tak perlu panjang-panjang cukup sekadar ringkas dan padat. Segala kekurangan dan salah silap harap diperbetul dan dimaafkan..Wallahu'alam.

Artikel dari :www.iluvislam.com

Hanya PadaMu..


Telah kupilih jalanMu
Jalan yang mendekatkan aku padaMu
Jalan orang-orang yang beriman dan beramal soleh
Dan aku yakin sebenar-benarnya
Cintaku padaMu takkan pernah dikecewakan

Namun Tuhan,
Ampuni aku,
Fitrah hati ini terlalu berat untuk kubuang
Terlalu pahit untuk ditelan
Tapi terus-terusan aku gagahkan
Demi menggapai cintaMu Yang Esa

Bantulah aku Tuhan
Jika rinduku ini imaginasi syaitan
Dan kuminta ia dilenyapkan
Andai kasihku berlandaskan nafsu
Kumohon matikanlah rasa cinta yang belum tentu jadi milikku

Tolonglah aku Tuhan
Untuk mengisi bejana cintaku untukMu
Agar aku takkan pernah dahagakan
Cinta dari insan yang tak halal bagiku
Teguhkan kasihku untukMu
Agar aku tak kecundang dijajah cinta yang dusta
Yang menjadi hijab di antara kita
Tetapkan langkahku di jalan ini

Gagahkan aku Tuhan
Untuk menenggelamkan kapal cinta manusia
Walau ia se'gah' bahtera 'Titanic'
Tetapku pinta ia karam
Jika belayar ia di lautan dosa

Dan kumohon Tuhan
Damaikanlah ombak di hati
Walaupun ribut datang mengundang
Kasihku diikat di dasar Rabbi
Kerana ianya lumrah ujian..
Dan akan kuterus tekadkan janji
Kerana telah kupilih jalanMu.
Islam merupakan agama yang syumul mencangkupi semua masyarakat dan bidang semenjak insan yang pertama Adam a.s sehinggalah Nabi utusan akhir zaman Muhammad S.A.W. Islam merupakan sebuah agama yang cukup lengkap. Islam tidak mungkin menyekat fitrah manusia yang sememangnya ingin mencintai dan dicintai. Untuk apa Allah Taala menciptakan manusia mempunyai fitrah seperti ini jika manusia akan diperintahkan untuk membunuh fitrahnya itu?

Ajaran Islam telah diturunkan oleh Allah Taala untuk memasang bingkai agar kemahuan manusia itu dapat disalurkan dengan cara yang terbaik. Selain itu, Islam menutup rapat jalan kemaksiatan dan membuka seluas-luasnya jalan menuju ketaatan serta memberi dorongan kuat ke arah perlaksanaannya. Rasulullah S.A.W pernah mengecam salah seorang sahabat yang bertekad untuk tidak berkahwin. Ini merupakan salah satu bukti bahawa Islam mengakui dan mengiktiraf fitrah manusia yang ingin mendambakan cinta. Namun persoalannya, bagaimana cara terbaik untuk menyalurkan cinta suci ini selari dengan kehendak Allah Taala dan Rasulullah S.A.W mengikut era semasa?

Percintaan dalam Islam hanyalah selepas termeterainya sebuah ikatan pernikahan antara dua insan, iaitu selepas lafaz Ijab dan Qabul. Islam telah menggariskan suatu panduan dalam menuju ke arah gerbang perkahwinan ini dengan cara lebih selamat. Sebenarnya dalam Islam, apabila seseorang lelaki itu telah berkenan dengan seorang wanita dan ingin menjadikan teman hidup, sepatutnya lelaki itu berjumpa dengan wali si perempuan tadi bagi menyatakan niatnya untuk masuk meminang. Tetapi masyarakat sekarang silap. Mereka terus berjumpa dengan tuan empunya diri dan terus menyatakan niat hati. Kemudian mereka bercinta, berjanji sumpah setia dan berkenalan dalam masa terlalu lama. Sedangkan ibu bapa mereka langsung tidak tahu akan perhubungan mereka ini. Setelah sekian lama bercinta, apabila ingin melangsungkan perkahwinan, emak dan ayah tidak bersetuju dengan pilihan hati. Akhirnya mengakibatkan hubungan kekeluargaan menjadi keruh. Terlebih malang tidak mendapat kerestuan ibu bapa, maka jauhlah keberkatan hidup si anak.

Oleh itu, selepas menyatakan niat kepada ibu bapa, mereka akan berjumpa sendiri dengan wali perempuan tadi untuk mengenali mereka dan calon menantu mereka dengan lebih jelas. Setelah kedua-dua pihak bersetuju, barulah dijalankan upacara peminangan, iaitu kedua-dua insan tadi akan diikat menjadi pasangan tunang. Apabila sudah menjadi tunangan orang, adalah haram perempuan itu dipinang oleh lelaki lain, seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah S.A.W dalam hadith baginda. Dalam masa pertunangan inilah kedua-dua pihak lelaki dan perempuan tadi akan saling mengenali antara satu-sama lain, bagi memastikan adakah ini merupakan pasangan hidupnya yang sebenar atau sebaliknya. Jika kedua-duanya sudah bersetuju, barulah pernikahan dilangsungkan. Namun begitu bertunang bukan merupakan satu tiket yang membenarkan kedua-dua pasangan bermesraan seperti pasangan suami isteri. Bertunang hanyalah untuk saling mengenali antara satu sama lain dan bukannya untuk bercinta. Pasangan yang telah bertunang tetap tidak boleh keluar berdua-duaan tanpa ditemani oleh ahli keluarga atau mahramnya. Selagi belum bernikah, mereka tetap dua insan yang bukan mahram dan masih perlu menjaga batasan-batasan syara'. Jika dalam tempoh pertunangan itu didapati kedua-dua pasangan ini tidak secocok atau tidak serasi, maka pertunangan boleh diputuskan secara baik melalui persetujuan kedua-dua belah pihak.

BaHaYa CinTa SebeLum KaHWiN

- Pasti diriku ibarat lembu yg ditarik hidung oleh nafsu
- Menyibukkan hati merindui makhluk yg tidak halal bgku seumpama membuka pintu bg syaitan menjalankan jarumnya untuk melupakanku daripada-nya

-Hati akan terseksa dengan barah rindu

-Rindu palsu akan membelenggu minda hingga ia terjajah dan terhina di bawah jajahan syaitan

-Cinta lalai akan menyebabkan alpa daripada mempersiapkan diri untuk keperluan duniadan akhirat

-Aku boleh menjadi tak rasional berfikirjika benar- benar mabuk cinta

-Fitnah cinta ibarat racun yang akan membunuh akal, jiwa dan perasaan

-Jiwaku pasti terganggu dalammenilai mana yang baik, mana yang buruk untuk diriku

-JIka aku dan dia berjaya melangkah ke alam rumah tangga nescaya ia terbina atas dasar maksiat, yang mengundang padah kepada peribadi zuriat kami pastinya. Maka bagsinmanakah untuk aku wujudkan baitulmuslim impian ku?

Sememangnya setiap insan dikurniakan rasa cinta, tetapi kita juga dikurniakan akal unutk berfikir cinta bagaimanakah yang diredhai Allah?